Generasi Kaya Toleransi



Toleransi adalah suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi menghindarkan terjadinya diskriminasi sekalipun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Contoh sikap toleransi secara umum antara lain: menghargai pendapat dan/atau pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita serta saling tolong-menolong untuk kemanusiaan tanpa memandang suku/ras/agama/kepercayaannya.
Penindasan atau bullying adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang dimana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.
            Faktor-faktor penyebab bullying ada banyak, yaitu dari lingkungan sekolah, lingkungan rumah dan komunitas. Dari lingkungan kampus, bisa di lihat dari cara si korban bergaul. Tidak disukai teman-teman sekolahnya, di jauhkan dan dikucilkan. Hal ini diakibatkan karena si korban mungkin susah bergaul (bersosialisasi) atau dari teman-temannya yang tidak suka dengan si korban. Dari lingkungan rumah, dapat dilihat bahwa ia tidak mempunyai teman untuk bermain dan tetangga-tetangga sekitar menganggap dirinya aneh. Dari suatu komunitas, dapat dilihat dari cara mereka berinteraksi pada si korban. Entah berbicara dengan kasar, menganggap ia sebagai babu yang bisanya disuruh-suruh saja, ataupun dari cara mereka menunjukkan sikapnya kepada si korban.
            Terdapat dua pengertian yang bertolak belakang, dimana sikap toleransi adalah sikap yang menghargai pendapat orang lain tanpa melihat ras/suku/ agama. Sedangkan bullying adalah suatu penindasan yang berupa kekerasan atau kata-kata kasar biasanya terjadi suatu perbedaan atau suatu keanehan yang dimiliki oleh si korban. Lalu bagaimana bagi kita sebagai mahasiswa yang mempunyai peran dan fungsi dalam menanggapi masalah seperti ini?
            Tinggal di sebuah negara yang sama, berarti berada dalam payung naungan hukum sama. Semua tunduk akan aturan yang dibuat oleh penguasa. Hak rakyat yaitu diberi perlindungan dan kesejahteraan. Negara mana yang bisa sejahtera kalau setiap hari selalu saja ada kekerasan, dan diskriminasi. Perdamaian, hidup rukun, dan sejahtera tidak bisa datang sendiri dengan hanya ada peran pemerintah, negara, dan rakyat saja. Tetapi semua itu harus kita ciptakan dan kita buat sehingga kita bisa merasakan dan menikmatinya. Generasi muda menyambung hidup dan melanjutkan kehidupan seterusnya. Ketika hidup damai yang penuh toleransi sudah kita ciptakan, maka hal itu perlu dijaga karena lebih sulit menjaga yang sudah ada, daripada kita menciptakan aturan yang baru
            Generasi muda digunakan sebagai pengembang tugas menyampaikan pesan-pesan toleransi kepada umat beragama, karena memiliki semangat dan jiwa tinggi. Masa ini, generasi muda mulai bersosialisasi dengan lingkungan yang nyata. Generasi muda perlu banyak belajar sejarah dengan generasi sebelumnya untuk mengaplikasikan hidup rukun dalam perbedaan. Sehingga, pengetahuan dan pengamalan bagi generasi muda perlu terus diciptakan untuk mengatur hidup ini yang lebih penuh rasa toleransi kepada umat beragama.
            Di zaman yang modern ini bullying pun tidak hanya dilakukan secara langsung saja, anak muda tanpa disadari melakukan pembullyan melalui internet seperti di media sosial, bagi korban tentunya akan merasa tertekan. Media sosial itu bukan ajang untuk mengejek orang lain. Seharusnya sebagai generasi bangsa, kita perlu memanfaatkan media sosial tersebut sebagai sarana untuk menyalurkan bakat. Dalam dunia pendidikan, bullying biasanya terjadi dalam tingkat sebaya, si pelaku mungkin saja menganggap tidak perlu adanya saling menghormati, karena pelaku akan berpikir nantinya jika saya melakukan pengejekan pasti si korban juga akan berpikir itu hanya sebuah lelucon. Apakah korban akan menganggap itu sebuah lelucon? Tentu saja tidak, korban akan merasa dirinya direndahkan, tidak dihargai, dan adanya diskriminasi. Jika kita memiliki sedikit jiwa toleransi, pasti nya tingkat bullying yang ada di Indonesia akan berkurang. Hanya perlu saling menghargai tanpa mendiskriminasi akan perbedaan yang ada nantinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Edit Foto TI

Mengapa Harus Kimia Unjani?

TUGAS SPANDUK TI